Demo Hongkong mendekati dua bulan, jumlah massa masih besar, sering bentrok dengan polisi. Insiden penyerangan di stasiun memicu kemarahan publik karena polisi datang terlambat, menimbulkan dugaan kolusi dengan preman. Donasi pakaian untuk ganti baju mengurangi risiko pendemo dikenali. Polisi menyiapkan mobil water cannon Mercy seharga Rp 30 miliar dengan semprotan kuat dan pewarna permanen. Pendemo beradaptasi dengan taktik baru seperti payung, barikade pagar, laser pointer, cat semprot, serta kertas warna-warni membentuk ‘Dinding Lennon’ berisi kritik. Ketegangan terus meningkat, mencerminkan kreativitas pendemo dan upaya polisi mengendalikan aksi, sambil publik menunggu apa langkah berikutnya dalam situasi yang masih tak pasti arah akhirnya.
*****
